Triyanto Triwikromo

Semarang

Triyanto Triwikromo over Semarang

Wetenswaardigheden over Semarang van voor en na de koloniale periode. Gedichten

Kisah-Kisah Kecil Semarang Sebelum Hingga Pascakolonial. Puisi-Puisi

1. Voor 2 mei 1547, voor 12 Rabiulawal 954 Hijriah in de stilte van de nacht, nadat de regen was opgehouden,...

Luister & Lees

Triyanto Triwikromo studeerde aan de Diponegoro Universiteit in Semarang en is Master of Arts. Hij is docent Creatief Schrijven aan zijn alma mater en is redacteur van de krant Suara Merdeka. Hij publiceerde gedichten, en schreef verschillende verhalenbundels, waaronder Rezim Seks (Sex regime, 2002), Sayap Anjing (Vleugels van de hond, 2003), Anak-anak Mengasah Pisau (Kinderen slijpen messen, 2003), en Malam Sepasang Lampion (De nacht van een Lampionpaar, 2004). Zijn bundel Ular di Mangkuk Nabi (Een slang in de kom van de profeet, 2009) won in 2009 de jaarlijkse Literatuurprijs van Pusat Bahasa. Daarnaast ontving hij de Gouden Pen voor de korte verhalen Cahaya Sunyi Ibu (Moeders stille licht, 2008) en Lembah Kematian Ibu (De vallei van moeders dood, 2009). Hij was te gast op diverse internationale literaire festivals. Samen met vier andere schrijvers schreef hij LA Underlover (2008), een verzameling korte verhalen over de contiguïteit van mensen in Indonesië met mensen in Los Angeles. In 2010 verscheen zijn gedichtenbundel Pertempuran Rahasia (Geheime Strijd).

Het citybook van Triyanto Triwikromo over Semarang zal in 2013 online komen.


Triyanto Triwikromo, lulus Magister Ilmu Susastra Universitas Diponegoro, Semarang. Ia bekerja sebagai dosen Penulisan Kreatif di almamater dan Redaktur Pelaksana Harian Suara Merdeka. Selain menganggit puisi (antara lain terbit dwibahasa di Australia dalam Mud Purgatory, 2008), ia menulis kumpulan cerita pendek Rezim Seks (Aini, 2002), Ragaula (Aini, 2002), Sayap Anjing (Penerbit Buku Kompas, 2003), Anak-anak Mengasah Pisau (Children Sharpening the Knives) (Masscom Media, 2003), dan Malam Sepasang Lampion (Penerbit Buku Kompas, 2004). Kumpulan cerpennya Ular di Mangkuk Nabi (Gramedia Pustaka Utama, 2009) memperoleh Penghargaan Sastra 2009 Pusat Bahasa. Cerpennya “Cahaya Sunyi Ibu” termuat dalam 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008 Anugerah Sastra Pena Kencana. Cerpennya “Lembah Kematian Ibu” juga masuk 20 Cerpen Terbaik Indonesia 2009 Anugerah Sastra Pena Kencana. Pada 2005 dan 2007 ia mengikuti Utan Kayu International Literary Bienale. Setelah itu, 2005, ia menjadi peserta Wordstorm: Northern Territory Writer Festival di Darwin dan Januari-Februari 2008 menjadi peserta Gang Festival dan residensi sastra di Sydney, Australia. Pada tahun sama ia juga menjadi pembicara dalam Ubud Writers and Readers Festival di Ubud, Bali. Bersama Budi Darma, Eka Kurniawan, Nugroho Suksmanto, dan Chavchay Saifullah, ia menulis L.A. Underlover (Katakita, 2008), kumpulan cerpen tentang persentuhan orang-orang Indonesia dengan manusia-manusia Los Angeles. Pada 2010, buku kumpulan puisinya Pertempuran Rahasia, diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Close

© auteur